image

LBH Jakarta (15/08/2015). Buruh harus berdaya. Itulah sepenggal kalimat singkat yang menggambarkan bagaimana cita-cita Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta) kepada rekan-rekan buruh. Kami memiliki keyakinan bahwa buruh mampu mandiri dalam melakukan pembelaan terhadap hak-haknya, baik di dalam mupun di luar persidangan.

Karya Latihan Bantuan Hukum untuk Buruh (KALABAHU Buruh) merupakan pelatihan yang terinspirasi dari KALABAHU yang sudah 36 tahun secara konsisten diselenggarakan oleh LBH Jakarta untuk mahasiswa tingkat akhir dan sarjana. Saat ini KALABAHU Buruh baru dua kali diadakan, setelah KALABAHU Buruh pertama diadakan tahun 2014 lalu. LBH Jakarta sadar bahwa buruh merupakan pemangku kepentingan utama LBH Jakarta, mengingat ditahun 2014 saja LBH Jakarta menerima 251 kasus buruh dengan jumlah pencari keadilan sebanyak 54883 orang. Tentunya KALABAHU Buruh akan terus dilaksanakan dan dikembangkan hingga serikat buruh mampu mandiri dalam pengembangan kapasitas advokasi anggotanya.

KALABAHU Buruh tahun ini setidaknya terdiri dari tiga klasifikasi materi; ideologi, pengetahuan, dan keterampilan. Selain itu juga terdapat materi kunjungan ke komunitas lain agar peserta memahami persoalan perburuhan di tempat lain. Materi yang komprehensif sangat diperlukan karena LBH Jakarta tidak ingin hanya memberikan keterampilan (skill) saja. Percuma keterampilan yang mumpuni, tapi jika perspektif buruh masih “toleran” dengan musuh utama buruh, yaitu kapitalisme. Atau contoh lain, percuma terampil dan sukses dalam advokasi kasus buruh, tetapi tidak menghormati buruh perempuan yang mengalami berbagai lapisan penindasan.

Terdapat beragam serikat buruh yang mengikuti KALABAHU Buruh ini, termasuk serikat buruh yang mungkin saja berbeda pandangan politik dan seringkali tidak pernah bertemu dalam gerakan buruh. Harapan kami terdapat saling tukar pengalaman antar peserta dan juga, terjalin solidaritas antara serikat buruh dikemudian hari.

Selamat berdaya! Salam solidaritas! Hidup buruh!

Alghiffari Aqsa