Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

MEMPELAJARI GERAKAN OCCUPY WALL STREET

Ketika mendapatkan fellowship sebagai Public Interest Lawyer di Columbia University, Saya bersyukur atas tiga hal; pertama adalah bisa kembali menuntut ilmu, kedua Columbia University adalah kampus dimana Howard Zinn pernah mengambil S2 dan S3, dan ketiga adalah bisa memiliki kesempatan untuk melihat langsung bagaimana gerakan Occupy Wall Street di New York City, tempat gerakan occupy bermula hingga menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Saya kemudian mendapatkan kesempatan untuk melihat satu tahun perayaan Occupy Wall Street. Sangat disayangkan jika pengalaman ini tidak diabadikan, setidaknya dalam sebuah tulisan kecil yang tentunya sulit dikatakan sebagai kajian akademis. Namun, besar harapan gerakan Occupy Wall Street ini dapat dijadikan pembelajaran untuk membuat gerakan perubahan di Indonesia menjadi lebih baik, dengan pemahaman bahwa permasalahan sosial dan gerakan sosial di setiap tempat punya ciri khas nya masing-masing.

Banyak sumber mengatakan bahwa gerakan OWS berawal dari sebuah inisiatif kelompok aktifis Kanada bernama Adbuster. Mereka merespon gerakan sosial yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara dan menyatakan bahwa Amerika membutuhkan Tahrir Square (Mesir) nya sendiri. Tanggal 17 September 2011 merupakan hari yang tepat karena merupakan Hari Konstitusi Amerika. Ide tersebut menyebar cepat melalui media online dengan bantuan grup hacker Anonymous. [1] OWS yang juga dianggap sebagai Leaderless resistance movement pun menjadi bola salju yang terus bergulir ke seluruh penjuru dunia hingga kini satu tahun gerakannya 17 September 2012.

Lalu apa yang menjadikan gerakan OWS ini menyebar ke seluruh penjuru dunia (tercatat 82 negara[2]) dan menjadi salah satu gerakan sosial yang sangat diperhitungkan?

EKSTERNAL

  1. Krisis Ekonomi dan Ketidakadilan Ekonomi

Krisis ekonomi di AS merupakan salah satu faktor terbesar dari adanya gerakan OWS. Pada tahun 2011, hutang AS tercatat sebesar $14, 58 triliun yang melampaui produk domestik bruto (PDB) yang hanya $14,53 triliun. Banyak bank dan perusahaan yang bergerak di sektor jasa keuangan collaps karena telah lama digerogoti oleh sistem yang korup sehingga menimbulkan goncangan ekonomi di berbagai sektor lainnya. Di satu sisi milyaran dolar pajak dikumpulkan kemudian diberikan kepada bank untuk tetap bertahan. Di sisi lain bank tersebut justru banyak melakukan penggusuran paksa ketika masyarakat tidak dapat membayar kredit perumahan. Di satu sisi milyaran dolar pajak dikumpulkan kemudian disalurkan untuk membiayai anggaran militer untuk Iraq dan Afganistan, namun para politisi memotong biaya jaminan sosial. Angka pengangguran meningkat pesat, program-program jaminan sosial dipotong atau bahkan dihapus. Kegagalan kapitalisme justru harus dibayar dengan penderitaan masyarakat.

  1. Krisis Demokrasi

Ketidakadilan ekonomi menjadi persoalan utama yang mendorong bergulirnya gerakan OWS. Namun perlu diingat ketika ekonomi sedang runtuh, pada saat bersamaan muncul kesadaran bahwa terjadi krisis politik dan demokrasi. Fungsi representasi yang diamanahkan kepada para politisi ternyata tidak berjalan sebagaimana mestinya, para politisi justru menyelamatkan golongan 1% dan berpaling dari golongan 99%. Gelombang ketidakpuasan pun muncul. We Are 99%!!

  1. Dukungan Public Figure

Tentunya ada banyak faktor lain yang mendukung menguatnya gerakan OWS, seperti banyaknya dukungan public figur seperti akademisi, sutradara, aktor/aktris, musisi, komedian, dll. Mereka tidak hanya mendukung secara politik, tapi juga langsung turun ke jalan dan juga membuat karya mendukung OWS.[3] Faktor lain seperti solidaritas terhadap banyaknya penangkapan dan brutalitas polisi justru menimbulkan simpati terhadap para aktifis OWS. Kelompok buruh yang tadinya tidak bergabung kemudian bergabung dalam gerakan. Bahkan politisi pun ikut mengangkat suara menyatakan dukungannya.

 

INTERNAL

  1. Media Sosial

Pada awalnya gerakan OWS ini tidak diperhitungkan dan tidak mendapatkan tempat di media main stream. Namun karena konsistensi dan kreatifitas untuk menggunakan media sosial populer seperti twitter, Facebook, Youtube, blog, website, dll. Penggunaan media sosial ini benar-benar digarap secara serius, sebagai contoh kita bisa melihat melalui youtube cukup banyak video yang digarap secara serius oleh kelompok Anonymous dan beberapa kelompok lainnya yang mengajak orang-orang untuk ikut dalam gerakan OWS. Di peringatan satu tahun OWS pada 17 September 2012 kemarin saya melihat puluhan aktifis menggunakan perlengkapan yang cukup canggih untuk merekam setiap momen, termasuk penangkapan oleh polisi dan kemudian mengunggah langsung di website organisasinya ataupun langsung mengunggah ke media sosial. Selain itu OWS membangun jaringan sms tersendiri, sehingga siapa yang mendaftarkan nomernya via sms ke nomer OWS maka akan selalu mendapatkan update mengenai OWS (bahkan sekedar mengingatkan untuk sekedar tidur karena aksi akan dimulai sangat pagi). Tanpa dukungan media mainstream pun rasanya cukup bagi aktifis OWS untuk mempublikasikan gerakannya ke publik.

  1. Kuatnya Pengorganisiran

Sulit untuk memungkiri bahwa gerakan ini merupakan gerakan anarkis[4]. Misalnya saja, dalam gerakan ini tidak ada seorang atau kelompok pemimpin sehingga sering disebut sebagai Leaderless resistance movement, direct action dijadikan senjata utama sehingga semua pihak terlibat, segala keputusan diambil secara demokratis dalam general assembly dimana semua peserta dapat turut serta, gerakan terbuka untuk siapapun yang ingin berpartisipasi, dan solidaritas menjadi hal yang sangat ditekankan dalam gerakan. Love each others selalu menjadi kalimat yang digaungkan selama saya mengikuti beberapa hari kegiatan OWS17 2012. Noam Chomsky mengatakan hal paling menarik dalam OWS adalah konstruksi kerja sama atau kolaborasi, dan kerja jaringan. Hal tersebut menjadikan gerakan OWS meskipun banyak pihak membawa isu yang berbeda tetap bisa berjalan beringan karena satu hal yang utama adalah concern about inequality. Meskipun banyak menggunakan strategi anarkis, gerakan ini tidaklah mengidentikkan diri mereka dengan gerakan anarkis dan justru menghilangkan sekat atau blok antar faksi gerakan. Hal yang sangat sulit kita temui di Indonesia dimana masing-masing faksi gerakan punya ego tersendiri dalam membuat gerakan.

Khusus untuk peringatan OWS 17 September 2012, kita dapat melihat pola pengorganisirannya dari berbagai kegiatan yang diselenggarakan sebulan sebelum 17 September 2012. Kegiatan tersebut menyebar ke berbagai tempat dan berbagai isu. Kegiatannya adalah sebagai berikut:

  • Stop the Spectra Pipeline Kegiatan menolak konstruksi pipa gas yang melalui pemukiman di Lower Manhattan dan Rockaways. [5]
  • Twitter Picket Against Verizon/Cable Monopoly Deal . Lokasi: Twitter! Rabu, 15 Agustus 2012 pkl. 11.00-13.00
  • Mr. Wall Street Buys Washington Rabu, 15 Agustus 16.30. Lokasi 17 E 79th Street, Manhattan. Aksi menolak kampanye dan malam dana Walikota New York untuk mensponsori Senator Scott Brown yang merupakan pendukung Wall Street.
  • Occupy Sunset Park Rent Strike Solidarity Vigil  Rabu, 15 Agustus 2012 pkl. 16.00. Tempat: 553 46th Street (between 5th and 6th Avenue)
  • S17 Progressive Institutions Meeting  Kamis, 16Agustus 2012 pkl. 16.30. Tempat: 50 Broadway, 2nd Floor Room E. Rapat pengorganisiran OWS.
  • Wake up Wall Street 4 Jumat, 17 Agustus 2012 pkl. 16.00. Tempat Bryant Park. Aksi Money out of Politics
  • Pub Crawls for the 99%  Jumat, 17 Agustus 2012 pkl. 20.00. Acara ini merupakan acara musik, games, dan kumpul-kumpul. Diadakan setiap minggu dan tempat selalu berubah.
  • S17 Convergence Meeting Sabtu, 18 Agustus 2012 Pkl. 14.00. Tempat The Garibaldi Statue at Washington Square Park, 1 Washington Square. Rapat persiapan peringatan satu tahun OWS.
  • 4th Feminist General Assembly Sabtu, 18 Agustus 2012 Pkl. 14.00. Tempat: Harlem Meer, Central Park – 110th St. and 5th Avenue. Pertemuan feminist untuk OWS.
  • S17 Work Session Minggu, 19 Agustus 2012 Pkl. 12.00-16.00. Tempat 33 Flatbush Avenue, Brooklyn. Pertemuan relawan untuk persiapan OWS 17 September 2012.
  • Debt Burn Inferno  Sabtu, 25 Agustus 2012 pkl. 15.00-17.00. Aksi menolak hutang.
  • Occupy Town Square 9: Sunset Park Sabtu, 25 Agustus 2012 pkl. 12.00. Tempat: Sunset Park, Brooklyn, NY. Acara ini merupakan salah satu agenda yang saya ikuti dimana terdapat pertunjukan musik, teater, workshop, penyuluhan hukum, dan berbagai stand menarik seperti  face painting, kite making, banner making, t-shirt stenciling, dll. Acara ini diagendakan untuk menarik publik agar ikut serta dalam OWS 15-17 September 2012.
  • #YesWeCamp 2.0 #PACAttack  Setiap tengah malam 16 Agustus 2012 hingga 16 September 2012. Tempat: Union Square. Merupakan kegiatan menginap yang disebut juga #SleepfulProtests. Titik kumpul: Union Square.
  1. Non Violence

Gerakan ini menggunakan prinsip non violence sebagai prinsip utama. Ini tidak hanya merupakan taktik untuk mendapatkan simpati publik ataupun menghindari kekerasan yang dilakukan oleh aparat, melainkan juga sudah menjadi nilai bahwa perubahan dapat dilakukan tanpa kekerasan. Sampai Mei 2012 terdapat lebih dari 7000 orang ditangkap. Pada OWS 15-17 September 2012 kurang lebih 180 orang ditangkap tanpa perlawanan/kekerasan dari para aktifis. Hal ini dikarenakan prinsip non violence selalu didengungkan dan penyuluhan hukum terkait hak-hak para aktifis dan cara menghadapi polisi sudah diberikan sebelum melakukan aksi.

  1. Bahasa Populer

Gerakan ini sangat kreatif membuat kata-kata yang akan mengendap dalam pikiran setiap orang yang melihat atau mendengarnya. Ya, occupy contohnya. Selain itu misalnya We Are 99%, Another World is Possible, Care Each Other, Corporatotalitarianism, I lost my job and found occupation, Be the change you want to see, dan puluhan kata-kata kreatif lain yang menggambarkan bagaimana perjuangan OWS. Kata-kata tentunya memiliki kekuatan dalam menyampaikan pesan, ingat Subcomandante Marcos “kata adalah senjata”.

  1. Atribut dan Media Kreatif

Terkadang jika kita melihat, protes yang dilakukan oleh OWS (terutama OWS 15-17 September 2012) tak ubahnya festival anti kapitalisme. Banyak atribut dibuat layaknya festival atau perayaan. Misalnya saja, robot kapitalisme, patung liberti yang sudah usang, bungkusan besar yang menggambarkan hutang di AS, dan puluhan atribut lainnya. Aktifis OWS sendiri sebagai individu selalu melengkapi dirinya dengan atribut ataupun setidaknya poster bersamanya. Masyarakat yang melihat justru menjadi tertarik dan bahkan banyak yang bertanya apa misi mereka. Atribut lain tentunya tidak berbeda, terdapat puluhan jenis pin, T-Shirt, pamflet, poster, sticker, bendera, spanduk, buku, gelang, topi, dan topeng yang dibuat dengan kreatif. Ada beberapa pernak-pernik cukup unik seperti gulungan tisu toilet yang bergambar $100 dan dibagi-bagikan kepada publik dan stempel uang yang berisikan pesan “Not to be used for bribing politicians” dan “The system isn’t broken, it’s fixed”, uang pastinya selalu beredar dan pesan tersebut akan selalu dibaca.

Nadine Bloch dalam We Are Many merangkum setidaknya terdapat dua belas jenis media kultural kreatif yang digunakan dalam OWS, yaitu:

1) 2D: grafik/gambar/kata-kata: mural, banner, poster, stiker, komik, karikatur, dan logo.

2) 3D: boneka, kostum, maskot, patung, dan benda-benda lain.

3) Sound/Musik: perkusi, membuat bising, dan nyanyian.

4)  Teater.

5) Gerak: tari, bela diri, jalan, pawai, dan sirkus.

6) Media/dokumentasi: video, radio, film, proyeksi[6], dan whistle blowing.

7) Literatur: koran, leaflet, buku, dan puisi.

8) Pemanfaatan ruang: zona demiliterisasi, taman damai, kampung damai, zona religius, dll.

9) Cultural institution building.

10) Kerajinan dan tradisi: pakaian, makanan, dll.

11) Ritual: nasional, religius, spiritual, pemakaman, dan puasa.

12) Pelestarian bahasa.

  1. Perangkat Pendukung

Dalam gerakan besar tentunya harus disiapkan perangkat  yang terencana. Terdapat berbagai perangkat pendukung di OWS, namun saya hanya berhasil mengamati beberapa perangkat pendukung, yaitu:

1) Penggalangan Dana

OWS didanai secara mandiri dengan melakukan penjualan pernak-pernik OWS, album, dan juga dilakukan penggalangan dana publik. Siapa saja yang ingin menyumbang dana untuk OWS dapat menyalurkannya dengan cara online. Dana tersebut dikelola oleh tim tersendiri. [7] Dengan sistem direct action, sepertinya OWS tetap akan terus dapat dijalankan walaupun hanya dengan dukungan dana yang minim karena setiap orang diminta secara voluntary untuk berkontribusi apa saja yang mereka bisa atau punya.

2) Jail Support

Jail support adalah tim yang dibentuk untuk mendukung langkah hukum yang dilakukan oleh OWS. Sebagian besar tugasnya adalah untuk melepaskan aktifis yang ditahan oleh kepolisian, melakukan bailout, mendampingi di persidangan, mendokumentasikan dan mengambil langkah hukum terhadap pelanggaran kepolisian. Mereka juga melakukan penyuluhan hukum dengan cara lisan dan membagikan flyers kepada peserta aksi. Isinya antara lain:

–  Jika distop oleh polisi, tanyakan apakah tindakannya melawan hukum. Jika tidak maka teruskan jalan. Anda hanya berkewajiban menjawab nama dan identitas. Jangan memberikan informasi lain;

– Jika digeledah oleh polisi maka katakan anda keberatan;

–  Jangan pernah melawan ketika ditangkap oleh polisi. Tetap tenang karena respon berlebihan akan menimbulkan kepanikan. Sebutkan nama ke teman anda ketika anda ditangkap;

– Jika ditangkap, lebih baik katakan “saya memilih menggunakan hak diam”. Polisi akan menanyakan nama dan identitas, cukup katakan dua hal itu dan minta waktu untuk menghubungi tim pengacara;

– Jangan pernah menanyakan atau memberi tahu tindakan ilegal yang dilakukan oleh rekan yang lain karena akan berpengaruh terhadap kesaksian ketika terjadi pemeriksaan;

– Jika cedera oleh polisi abadikan;

– Simpan kartu nama tim pengacara atau tuliskan nomer kontak di bagian tubuh anda, dll.

3) Medical Support

OWS memiliki tim medis sendiri yang membantu tidak hanya pada saat aksi, melainkan juga memberikan penyuluhan kesehatan sebelum aksi. Berikut sebagian tips dalam penyuluhan kesehatan yang sempat saya ikuti:

– Jangan memakai bahan kimia seperti lotion, sunblock, dll ketika aksi karena akan merusak ketika polisi melemparkan gas air mata;

– Tidur dan istirahat yang cukup;

– Makan dan minum yang cukup. Jika urine warnanya terlalu pekat, harus banyak minum. Minum setidaknya dua liter air per hari;

– Jika terkena gas air mata atau paper spray jangan pernah mengusap mata dengan tangan karena tangan juga terkena kontaminasi dan akan memperburuk penglihatan. Aktifis yang melihat rekannya terkena gas air mata harus segera mengamankannya. Cara untuk menghilangkan pengaruh gas air mata adalah sebagai berikut: korban diminta untuk berlutut dan kedua tangannya diapit oleh pahanya sehingga tidak bisa mengusap mata. Kedua mata disiram dengan air mineral beberapa kali. Botol yang bisa menyemprotkan air lebih efektif;

– Rekan yang terluka parah harus dilindungi dan jangan diminta untuk bergerak. Tunggu bantuan, dll.

4) Mental/Psychology Support

Tidak hanya tim medis yang membantu kesehatan fisik, tapi OWS juga memiliki tim untuk membantu kesehatan mental. Hal ini  tentu saja dibutuhkan karena tingkat stress yang dialami oleh para aktifis sangat tinggi, entah karena trauma karena brutalitas polisi, pelecehan, banyaknya pekerjaan, ataupun target yang belum tercapai sehingga mengalami kelelahan mental atau frustasi.

Lalu apa tujuan dari gerakan ini? Dimana ujungnya?Apa keberhasilannya?

Gerakan ini pada mulanya mendapatkan pertanyaan sinis, dan bahkan hingga kini. Apa sebenarnya yang dituju? apa akhir dari gerakan ini? revolusi kah? Howard Zinn berkata:[8]

“Sebagian orang mungkin berkata, ‘apa yang kamu harapkan?’.”Jawabannya adalah kita mengharapkan banyak”

“Orang-orang akan berkata, ‘Apa? kamu bermimpi?’. “Jawabannya adalah ya, kita adalah pemimpi. Kita mau semua. Kita mau perdamaian di dunia. Kita mau dunia yang egaliter. Kita tidak mau perang. Kita tidak mau kapitalisme. Kita mau masyarakat yang adil.”

Noam Chomsky mengatakan bahwa OWS berbeda dengan Tunisia ataupun Mesir. Di kedua negara tersebut, gerakan buruh terintegrasi dalam gerakan. Selain itu di Mesir terdapat organisasi-organisasi yang bertahun-tahun melakukan pengorganisiran seperti Ikhwanul Muslimin dan Salafists. Berbeda dengan di Amerika Serikat, tidak ada organisasi besar yang melakukan pengorganisiran dan bergabung dalam gerakan. Organisasi buruh banyak mengalami kemerosotan. Untuk melakukan revolusi dibutuhkan keyakinan publik bahwa reformasi sistem yang ada tidak mungkin bekerja. Jika ini terus berlanjut akan berujung pada revolusi. OWS mengubah struktur di masyarakat.[9] Noam Chomsky mengatakan “let a hundred flowers bloom“. Greg Ruggiero menambahkan “may ten million flowers bloom”. Artinya gerakan ini akan berkembang dan menuai hasilnya jika tetap dijaga.

Keberhasilan Occupy Wall Street adalah orang-orang mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini. Orang-orang mulai sadar kejamnya kapitalisme dan ada yang salah dalam sistem ekonomi dan politik, tidak hanya di AS tapi di seluruh dunia. Lee Camp seorang komedian dan sering membawakan satir politik dalam stand up nya pada 16 September 2012 mengatakan bahwa ini adalah Revolution of Thought.

Semoga saja bunga-bunga perlawanan OWS terus mengembang dan revolusi akan tiba pada waktunya.

=Bersambung=

(Mic Check, Direct Action, Care Each Other, Jail Support)


[3] Sebanyak 77 lagu diciptakan dan dibuat album dimana ratusan artis berkontribusi. Lihat http://musicforoccupy.org/get-occupy-this-album-here/

[4]Adalah keliru jika mengartikan Anarkisme dengan chaos, kerusuhan, keributan, kekacauan, tidak terorganisir, dll.

[6] Ingat Bat Signal yang muncul di malam hari di film Batman? OWS pernah melakukannya pada 17 November 2011, namun tentunya bukan dengan lambing kelelawar melainkan lambang 99%.

[8] Noam Chomsky, Occupy, Occupied Media, 2012. hal. 18

[9] Ibid, Hal. 58-59